Love. Life. Laugh

Love. Life. Laugh

Rabu, 14 Agustus 2013

Dear Vivi, I love you so much...

Malam ini tepat pukul 11.56
Aku bawa sebuah cerita bukan tentang aku, tapi tentang seorang perempuan yang ku beri nama VIVI.
Perempuan yang cerdas, cantik, dan penyayang...
Perempuan yang aku kenal semenjak aku bekerja di kantorku yang sekarang. Kita tidak saling kenal sebelumnya, kita tidak dekat, bahkan terpaut beberapa tahun usia kita yang pastinya dia lebih muda dari aku.

Malam ini aku dedikasikan tulisan ini, untuk perempuanku yang cantik-cerdas-penyayang- dan kuat.

Tepat dini hari aku masih asik dengan lantunan instrument "Kiss the rain by Yiruma"
facebook aktif tapi tiada yang menyapa, as usual. Kemudian mengecek twitter dan aku tidak menemukan mention baru disana. Berselang 1 jam, vivi mention account twitter ku dan beberapa sahabat baiknya.. and everthing is not OK. Yap, vivi need us.. her best friends. Dia sangat merasa sedih, kosong, dan hilang.

Dia baru saja putus dengan pacarnya..
Sedih dengar voice note dia di bbm aku, dia menangis sejadi-jadinya semampunya dia. Sebagai seorang perempuan, aku bahkan tidak mampu melihat air matanya. Mendengar dia menangis terisak, aku pun tak sanggup. Aku bukanlah wanita yang kuat seperti yang orang pikirkan, aku kuat karena aku punya Allah.. Malam ini vivi bercerita kepadaku tentang hatinya, tentang jiwanya, tentang cintanya, tentang kekecawaannya, tentang semua yang tidak mampu terucap namun tersirat dari nada suaranya yang pilu.

Aku bukanlah seorang penasehat ulung, tapi aku memberikan nasehat yang menurut ku benar dan nyata. Aku pun dulu pernah merasakan kehilangan orang-orang yang aku sayang. Sebut saja "moncher" dia salah satu contoh yang ada di hidupku hingga detik ini. Dia adalah laki-laki yang tak lekang oleh waktu. Mencintainya seperti berada dalam surga, walaupun aku belum pernah melihat surga sebelumnya. Tapi bukankah surga adalah tempat paling indah yang ALLAH janjikan untuk hamba-hambanya yang bertaqwa?

Tidak pernah merasakan sedih apalagi galau -_-
bersamanya adalah hal yang paling indah. Hal yang tidak pernah bisa di gantikan, bahkan dengan laki-laki manapun yang datang dalam hidupku setelah dia.

Ya Allah.. aku baru sadar bahwa aku terlalu mencintai dunia. Aku terlalu cinta pacar, kehidupan remaja, takut kehilangan teman-teman, materi, fasilitas, dll. Aku bahkan lupa kalo aku punya Allah yang selalu setia menidurkan ku di malam hari dan membangunkanku di pagi hari. Memberi nafas dan kesempatan hidup, berharap aku bisa menjadi yang lebih baik.

Aku menceritakan pada vivi, bahwa bukan hanya dia yang pernah patah hati.. aku pun demikian. Aku bahkan tau persis bagaimana rasanya dan berharap tidak akan aku biarkan hati ini patah lagi untuk kesekian kalinya. Sulit memang rasanya membiarkan orang yang kita sayang pergi berlalu begitu saja dari kehidupan kita, tapi bukankah di tiap pertemuan pasti ada perpisahan? Mungkin sudah waktunya untuk kalian berpisah vi, melanjutkan kehidupan masing-masing, lebih mencintai diri sendiri, dan berkarya setinggi-tingginya.

Aku tidak menggurui mu vi, aku mengerti rasamu itu...
Aku tidak ingin kamu kalah dengan dunia ini, karena seharusnya kamu ada untuk mengalahkan dunia ini.
Aku juga tidak memintamu harus sekuat aku, tapi setidaknya kamu kuat menopang yang ada di pundakmu kini. Kamu harus kuat untuk mereka yang mencintaimu tulus "orang tua" .

Kamu pernah dengar?  
"Sesuatu yang berlebihan itu tidak baik" 
Karena apabila kamu lebih mencintai pacarmu dari apapun, kamu pun akan merasakan lebih sakit.

"Cinta itu seperti pasir, semakin erat tanganmu menggenggam semakin banyak pasir yang jatuh dari sela jari tanganmu"
Kalo kamu menggenggam cinta seperti menggenggam pasir, aku pastikan kamu hanya akan menggenggam separuhnya saja.

be strong dear vivi, we love you so much
Vivi, Aku, Kia, Stella















Tidak ada komentar:

Posting Komentar