Love. Life. Laugh

Love. Life. Laugh

Rabu, 04 Mei 2011

Sosok seorang AYAH

Tuk’ smua ayah d dunia n special thank’s buat Papa

Biasanya, bagi seorang anak perempuan yang sudah dewasa, yang sedang bekerja diperantauan, yang ikut suaminya merantau di luar kota atau luar negeri, yang sedang bersekolah atau kuliah jauh dari kedua orang tuanya…..Akan sering merasa kangen sekali dengan Mamanya. Lalu bagaimana dengan Papa? Mungkin karena Mama lebih sering menelepon untuk menanyakan keadaanmu setiap hari,tapi tahukah kamu, jika ternyata Papa-lah yang mengingatkan Mama untuk menelponmu?

Mungkin dulu sewaktu kamu kecil, Mama-lah yang lebih sering mengajakmu bercerita atau berdongeng. Tapi tahukah kamu, bahwa sepulang Papa bekerja dan dengan wajah lelah Papa selalu menanyakan pada Mama tentang kabarmu dan apa yang kau
lakukan seharian?

Pada saat dirimu masih seorang anak perempuan kecil……Papa biasanya mengajari putri kecilnya naik sepeda. Dan setelah Papa mengganggapmu bisa, Papa akan melepaskan roda bantu di sepedamu…Kemudian Mama bilang : “Jangan dulu Papa, jangan dilepas dulu roda bantunya” , Mama takut putri manisnya terjatuh lalu terluka…. Tapi sadarkah kamu? Bahwa Papa dengan yakin akan membiarkanmu, menatapmu, dan menjagamu mengayuh sepeda dengan seksama karena dia tahu putri kecilnya PASTI BISA.

Pada saat kamu menangis merengek meminta boneka atau mainan yang baru, Mama menatapmu iba.Tetapi Papa akan mengatakan dengan tegas : “Boleh, kita beli nanti, tapi tidak sekarang” Tahukah kamu, Papa melakukan itu karena Papa tidak ingin kamu menjadi anak yang manja dengan semua tuntutan yang selalu dapat dipenuhi?

Saat kamu sakit pilek, Papa yang terlalu khawatir sampai kadang sedikit membentak dengan berkata :”Sudah di bilang! kamu jangan minum air dingin!”. Berbeda dengan Mama yang memperhatikan dan menasihatimu dengan lembut. Ketahuilah, saat itu Papa benar-benar mengkhawatirkan keadaanmu.

Ketika kamu sudah beranjak remaja….Kamu mulai menuntut pada Papa untuk dapat izin keluar malam, dan Papa bersikap tegas dan mengatakan: “Tidak boleh!”. Tahukah kamu, bahwa Papa melakukan itu untuk menjagamu? Karena bagi Papa, kamu adalah sesuatu yang sangat - sangat luar biasa berharga.. Setelah itu kamu marah pada Papa, dan masuk ke kamar sambil membanting pintu…Dan yang datang mengetok pintu dan membujukmu agar tidak marah adalah Mama…. Tahukah kamu, bahwa saat itu Papa memejamkan matanya dan menahan gejolak dalam batinnya, bahwa Papa sangat ingin mengikuti keinginanmu, Tapi lagi-lagi dia HARUS menjagamu?

Ketika saat seorang cowok mulai sering menelponmu, atau bahkan datang ke rumah untuk menemuimu, Papa akan memasang wajah paling cool sedunia….. :’) Papa sesekali menguping atau mengintip saat kamu sedang ngobrol berdua di ruang tamu.. Sadarkah kamu, kalau hati Papa merasa cemburu?

Saat kamu mulai lebih dipercaya, dan Papa melonggarkan sedikit peraturan untuk keluar rumah untukmu, kamu akan memaksa untuk melanggar jam malamnya. Maka yang dilakukan Papa adalah duduk di ruang tamu, dan menunggumu pulang dengan hati yang sangat khawatir… Dan setelah perasaan khawatir itu berlarut-larut…Ketika melihat putri kecilnya pulang larut malam hati Papa akan mengeras dan Papa memarahimu.. . Sadarkah kamu, bahwa ini karena hal yang di sangat ditakuti Papa akan segera datang?” Bahwa putri kecilnya akan segera pergi meninggalkan Papa”

Setelah lulus SMA, Papa akan sedikit memaksamu untuk menjadi seorang Dokter atau Insinyur. Ketahuilah, bahwa seluruh paksaan yang dilakukan Papa itu semata - mata hanya karena memikirkan masa depanmu nanti… Tapi toh Papa tetap tersenyum dan mendukungmu saat pilihanmu tidak sesuai dengan keinginan Papa :)

Ketika kamu menjadi gadis dewasa….Dan kamu harus pergi kuliah dikota lain…Papa harus melepasmu di bandara. Tahukah kamu bahwa badan Papa terasa kaku untuk memelukmu? Papa hanya tersenyum sambil memberi nasehat ini - itu, dan menyuruhmu untuk berhati-hati… Padahal Papa ingin sekali menangis seperti Mama dan memelukmu erat-erat.Yang Papa lakukan hanya menghapus sedikit air mata di sudut matanya, dan menepuk pundakmu berkata “Jaga dirimu baik-baik ya sayang”.Papa melakukan itu semua agar kamu KUAT…kuat untuk pergi dan menjadi dewasa.

Disaat kamu butuh uang untuk membiayai uang semester dan kehidupanmu, orang pertama yang mengerutkan kening adalah Papa. Papa pasti berusaha keras mencari jalan agar anaknya bisa merasa sama dengan teman-temannya yang lain.

Ketika permintaanmu bukan lagi sekedar meminta boneka baru, dan Papa tahu ia tidak bisa memberikan yang kamu inginkan…
Kata-kata yang keluar dari mulut Papa adalah : “Tidak…. Tidak bisa!” Padahal dalam batin Papa, Ia sangat ingin mengatakan “Iya sayang, nanti Papa belikan untukmu”. Tahukah kamu bahwa pada saat itu Papa merasa gagal membuat anaknya tersenyum?

Saatnya kamu diwisuda sebagai seorang sarjana. Papa adalah orang pertama yang berdiri dan memberi tepuk tangan untukmu. Papa akan tersenyum dengan bangga dan puas melihat “putri kecilnya yang tidak manja berhasil tumbuh dewasa, dan telah menjadi seseorang”

Sampai saat seorang teman Lelakimu datang ke rumah dan meminta izin pada Papa untuk mengambilmu darinya. Papa akan sangat berhati-hati memberikan izin..Karena Papa tahu…..Bahwa lelaki itulah yang akan menggantikan posisinya nanti…

Dan akhirnya….Saat Papa melihatmu duduk di Panggung Pelaminan bersama seseorang Lelaki yang di anggapnya pantas menggantikannya, Papa pun tersenyum bahagia…. Apakah kamu mengetahui, di hari yang bahagia itu Papa pergi kebelakang panggung sebentar, dan menangis? Papa menangis karena papa sangat Bahagia!

Kemudian Papa berdoa….Dalam lirih doanya kepada Tuhan, Papa berkata: “Ya Allah tugasku telah selesai dengan baik….Putri kecilku yang lucu dan kucintai telah menjadi wanita yang cantik….Bahagiakanlah ia bersama suaminya….”

Setelah itu Papa hanya bisa menunggu kedatanganmu bersama cucu-cucunya yang sesekali datang untuk menjenguk…

Dengan rambut yang telah dan semakin memutih….

Dan badan serta lengan yang tak lagi kuat untuk menjagamu dari bahaya….

Papa telah menyelesaikan tugasnya….

Papa, Ayah, Bapak, atau Abah kita…Adalah sosok yang harus selalu terlihat kuat…

Bahkan ketika dia tidak kuat untuk tidak menangis…Dia harus terlihat tegas bahkan saat dia ingin memanjakanmu…

Dan dia adalah yang orang pertama yang selalu yakin bahwa “KAMU BISA” dalam segala hal apapun.:’)

Tersenyum dan bersyukurlah ketika kamu bisa merasakan kasih sayang seorang Ayah hingga tugasnya selesai….
Jika kamu mengalaminya, Kamu adalah salah satu orang yang beruntung…

Peace….

Ayah..

Suatu ketika, ada seorang anak wanita bertanya kepada
Ayahnya, tatkala tanpa sengaja dia melihat Ayahnya sedang mengusap
wajahnya yang mulai berkerut-merut dengan badannya yang terbungkuk-
bungkuk, disertai suara batuk-batuknya. Anak wanita itu bertanya
pada ayahnya: Ayah , mengapa wajah Ayah kian berkerut-merut dengan
badan Ayah yang kian hari kian terbungkuk?" Demikian pertanyaannya,
ketika Ayahnya sedang santai di beranda.

Ayahnya menjawab : "Sebab aku Laki-laki." Itulah jawaban
Ayahnya. Anak wanita itu berguman : " Aku tidak mengerti."

Dengan kerut-kening karena jawaban Ayahnya membuatnya tercenung rasa
penasaran. Ayahnya hanya tersenyum, lalu dibelainya rambut anak
wanita itu, terus menepuk nepuk bahunya, kemudian Ayahnya
mengatakan : "Anakku, kamu memang belum mengerti tentang Laki-laki."
Demikian bisik Ayahnya, membuat anak wanita itu tambah kebingungan.

Karena penasaran, kemudian anak wanita itu menghampiri
Ibunya lalu bertanya :"Ibu mengapa wajah ayah menjadi berkerut-merut
dan badannya kian hari kian terbungkuk? Dan sepertinya Ayah menjadi
demikian tanpa ada keluhan dan rasa sakit?"

Ibunya menjawab: "Anakku, jika seorang Laki-laki yang benar
benar bertanggung jawab terhadap keluarga itu memang akan demikian."
Hanya itu jawaban Sang Bunda.

Anak wanita itupun kemudian tumbuh menjadi dewasa, tetapi
dia tetap saja penasaran.

Hingga pada suatu malam, anak wanita itu bermimpi. Di dalam mimpi
itu seolah-olah dia mendengar suara yang sangat lembut, namun jelas
sekali. Dan kata-kata yang terdengar dengan jelas itu ternyata suatu
rangkaian kalimat sebagai jawaban rasa penasarannya selama ini.

"Saat Ku-ciptakan Laki-laki, aku membuatnya sebagai pemimpin
keluarga serta sebagai tiang penyangga dari bangunan keluarga, dia
senantiasa akan menahan setiap ujungnya, agar keluarganya merasa
aman teduh dan terlindungi. "

"Ku-ciptakan bahunya yang kekar & berotot untuk membanting
tulang menghidupi seluruh keluarganya & kegagahannya harus cukup
kuat pula untuk melindungi seluruh keluarganya. "

"Ku-berikan kemauan padanya agar selalu berusaha mencari
sesuap nasi yang berasal dari tetesan keringatnya sendiri yang halal
dan bersih, agar keluarganya tidak terlantar, walaupun seringkali
dia mendapatkan cercaan dari anak-anaknya. "

"Kuberikan Keperkasaan & mental baja yang akan membuat
dirinya pantang menyerah, demi keluarganya dia merelakan kulitnya
tersengat panasnya matahari, demi keluarganya dia merelakan badannya
basah kuyup kedinginan karena tersiram hujan dan hembusan angin, dia
relakan tenaga perkasanya terkuras demi keluarganya & yang selalu
dia ingat, adalah disaat semua orang menanti kedatangannya dengan
mengharapkan hasil dari jerih payahnya."

"Ku berikan kesabaran, ketekunan serta keuletan yang akan
membuat dirinya selalu berusaha merawat & membimbing keluarganya
tanpa adanya keluh kesah, walaupun disetiap perjalanan hidupnya
keletihan dan kesakitan kerap kali menyerangnya. "

"Ku berikan perasaan keras dan gigih untuk berusaha berjuang
demi mencintai & mengasihi keluarganya, didalam kondisi & situasi
apapun juga, walaupun tidaklah jarang anak-anaknya melukai
perasaannya melukai hatinya. Padahal perasaannya itu pula yang telah
memberikan perlindungan rasa aman pada saat dimana anak-anaknya
tertidur lelap. Serta sentuhan perasaannya itulah yang memberikan
kenyamanan bila saat dia sedang menepuk-nepuk bahu anak-anaknya agar
selalu saling menyayangi & mengasihi sesama saudara."

"Ku-berikan kebijaksanaan & kemampuan padanya untuk
memberikan pengetahuan padanya untuk memberikan pengetahuan &
menyadarkan, bahwa Istri yang baik adalah Istri yang setia terhadap
Suaminya, Istri yang baik adalah Istri yang senantiasa menemani. &
bersama-sama menghadapi perjalanan hidup baik suka maupun duka,
walaupun seringkali kebijaksanaannya itu akan menguji setiap
kesetiaan yang diberikan kepada Istri, agar tetap berdiri, bertahan,
sejajar & saling melengkapi serta saling menyayangi."

"Ku-berikan kerutan diwajahnya agar menjadi bukti bahwa Laki-
laki itu senantiasa berusaha sekuat daya pikirnya untuk mencari &
menemukan cara agar keluarganya bisa hidup di dalam keluarga bahagia
& BADANNYA YANG TERBUNGKUK agar dapat membuktikan, bahwa sebagai
laki-laki yang bertanggungjawab terhadap seluruh keluarganya,
senantiasa berusaha mencurahkan sekuat tenaga serta segenap
perasaannya, kekuatannya, keuletannya demi kelangsungan hidup
keluarganya. "

"Ku-berikan Kepada Laki-laki tanggung jawab penuh sebagai
Pemimpin keluarga, sebagai Tiang penyangga, agar dapat dipergunakan
dengan sebaik-baiknya. dan hanya inilah kelebihan yang dimiliki oleh
laki-laki, walaupun sebenarnya tanggung jawab ini adalah Amanah di
Dunia & Akhirat."

Terbangun anak wanita itu, dan segera dia berlari, berlutut
& berdoa hingga menjelang subuh. Setelah itu dia hampiri bilik
Ayahnya yang sedang berdoa, ketika Ayahnya berdiri anak wanita itu
merengkuh dan mencium telapak tangan Ayanya. " AKU MENDENGAR &
MERASAKAN BEBANMU, AYAH."

Dunia ini memiliki banyak keajaiban, segala ciptaan Tuhan yang
begitu agung, Berbahagialah yang masih memiliki Ayah. Dan lakukanlah yang terbaik untuknya.

Jumat, 22 April 2011

Lelah dengan Penat ku


Didalam keramaian aku masih merasa sepi,sendiri memikirkan kamu..

Iyah, itu yg aku rasakan semenjak beberapa bulan yg lalu. Aku butuh kamu walau hanya sejenak saja..
memelukmu erat, merasakan hangatnya pelukmu, merasakan tenangnya jiwa ini ketika aku dalam dekapmu seperti DULU
aku merasa sendiri ketika kamu lebih sibuk akhir2 ini, aku tidak mmemintamu selalu bersamaku,hnya saja rindu ingin bersama itu selalu ku damba dan ku nanti
aku tau semua yg kamu lakukan untuk KITA, tapi tolong lihat aku disini..aku berdiri di satu sisi jalan hnya menunggu mu datang dan memeluk ku dan berkata MAAFKAN AKU YG TERLALU SIBUK MENJADI DIRIKU SENDIRI.
Aku telah berusaha kuat di depanmu, tapi air mata selalu menetes ketika aku sadar bahwa moment2 indah yg pernah dulu kita lakukan berdua, semuanya hnya masa lalu yg indah.
seperti makan mlm bersama di restoran favorit kita, di mlm itu aku menunggu kamu datang. berharap kamu datang dengan senyum hangat mu yg selalu terekam dalam ingatan ku. Lama menunggu mu hampir setengah jam, tapi yg datang hnya pesan singkat dri mu

"From : Luphly quh "
+628524144xxxx

sayang, maaf kk gk bisa datang temenin kmu dinner malam ini..
cz tiba2 ada calling dri klien yg urgent mlm ini.
Kita dinner next time yah..I love you, XOXO

sejenak hatiku terasa tertusuk,sakit ku rasakan melebihi dari apapun. Dinner yg kita berdua rencanakan 2 minggu sebelumnya di cancel lwat SMS yg isinya "like that"!!

kamu sesibuk apapun akan ku hargai, tapi tolong sedikit saja kamu ngertiin aku yg butuh sosok kamu untuk berbagi suka dan duka!!
akhir2 ini kamu sepertinya menilai ku dari sisi mata uang saja, aku tau kamu selalu penuhi semua pintaku (materi) tapi aku juga butuh berbagi kasih dengan orang yg aku sayangi -_-
salahkah aku sayang? tolong katakan apa yg dapat membuat mu 5 menit saja ada di hadapanku dan memelukku dgn pelukan yg selalu ku rindukan..aku ingin bilang, kalau AKU KANGEN KAMU SAYANG..sangat amat kangen T_T

semua yg kamu inginkan dri aku,selalu ku turuti. Kamu memintaku untuk menyayangi, mengerti, perhatian, dan sabar.. telah aku penuhi semampuku, selama ini hati dan logika ku selalu berperang, saling adu argument tentang apa yg aku rasa dan apa yg aku pikirkan..

dari SENIN sampe MINGGU, aku ingin kamu punya waktu untuk aku SEHARI saja dari banyak nya hari itu, ini demi KITA SELAMANYA bukan demi ego ku atau ego mu..

Teruskanlah


Pernahkah kau bicara
Tapi tak di dengar
Tak di anggap
Sama sekali

Pernahkan kau tak salah
Tapi disalahkan
Tak di beri
Kesempatan

Kuhidup dengan siapa
Ku tak tau kau siapa
Kau kekasihku tapi
Orang lain bagiku

Kau dengan dirimu saja
Kau dengan duniamu saja
Teruskan lah.. Teruskan lah
Kau begitu

Kau tak butuh diriku
Aku patung bagimu
Cinta bukan
Kebutuhan mu

Kau dengan dirimu saja
Kau dengan duniamu saja
Teruskan lah.. Teruskan lah
Kau.. kau begitu


Minggu, 27 Februari 2011

Dilema

Hari ini aku merasakan dilema yang tiada henti, aku harus berpura-pura tidak terjadi sesuatu padahal yang sebenarnya malah sebaliknya,,

Hingga saat ini, aku belum bisa memahami apakah aku adalah tipikal cewek yg bosanan dengan suatu hubungan atau tidak,, aku hanya manusia biasa yang pasti punya lebih dan kurang.
Di satu sisi, aku memilih untuk memutuskan hubungan dengan pasanganku yang sudah setahun kemarin menemaniku dalam suka dan duka..tapi hubungan itu telah berakhir, itupun krn aku yg memutuskan karena ada sifat2 yg tdk bisa aku trima kecuali dia mau meminimalisir sifat nya itu..

Beberapa minggu putus dengan pacarku, tiba2 ada seseorang dri masa lalu ku dtang.. dia tmn SMP ku dulu.. sebut saja si Mr. X..dia sosok yang menyenangkan, baik, lucu, dan asik di ajak ngbrol... awalnya biasa saja,,tapi lama2 koq rasanya jadi aneh yah? Aku masih blm mau mengkategorikan kedekatan kami berdua adalah PDKT untuk ke jenjang yg lebih..tapi rasa nyaman yg aku rasakan membuat aku tidak merasa bosan berlama-lama untuk ngobrol dengan dia.

Bersama si Mr. X..aku merasa seperti aku apa adanya tanpa harus menjadi orang lain..orgnya suka bercanda,,bahkan malah becandanya kelewatan tapi kita berdua menganggap itu hanya sebuah intermezzo saja untuk menghindari kebosanan di tiap obrolan kami..namu tdk jarang, si Mr. X mengutarakan kekaguman nya padaku.. bahkan menilai aku dri sudut pandang nya yg aku anggap sangat positif untuk menjadi orang yg lebih baik lagi.

Namun, sang mantan datang padaku lagi untuk memperbaiki kesalahan nya..aku takut itu hanya sebuah omong kosong nya saja..seperti yang sudah2,, dlu bersama sang mantan aku pun telah menjadi diriku sendiri,,tapi bersama Mr.X aku lebih enjoy dan relax melewati hari2ku.. tanpa ada banyak kesalahpahaman dan marah2 yg tdk jelas dri sang mantan..

Saat ini aku dilema denganperhatian sang mantan dan si Mr.X... apa yg harus aku lakukan...sekarang malah banyak berdatangan sosok lelaki baru ...hfff, semoga tdk merugikan pihak manapun.. aku berusaha yg terbaik untuk hidupku, dan harus ku akui...bahagiaku kini bersama Mr.X yg selalu ada memberi semangat padaku walau dia tdk seperti sang mantan..

Jumat, 04 Februari 2011

Come Home

Hy bloggers,,

Long time didn't see this blog...
anyway,, kangen curhat di blog lagi :) setelah sekian lama gk buka krn sibuk ma kuliah dan ajang pencarian kerja..
pengen deh nulis something yang bener2 lagi di rasain skrg.. "cinta terlarang" owowowow... ada gk yah yg pernah rasain ini?? cinta sama seseorang tapi gk bisa!! ibarat kata ingin hati memeluk bulan tapi apa daya, tangan gk kesampean... waduh kaciiian deh :P

Broke Up


It’s over now..adalah kalimat yang tepat menggambarkan perasaan hatiku saat ini. Cukup sudah petualangan cintaku bersamanya, lelaki yang begitu sempurna menyayangiku selama beberapa bulan yang lalu. Kasih sayangnya telah berikan ku rasa nyaman dan bahagia yang tidak pernah aku rasakan selama ini. Pernah mendengar orang-orang berkata, ada pertemuan ada pula perpisahan. Aku pernah bertemu dengan dia 10 tahun yang lalu, kemudian pisahkan saat lulus SMP. Tidak di sangka, aku di pertemukan dengan dia lagi untuk yang kedua kalinya di tahun 2010. Bukan sebuah kebetulan kita berdua di pertemukan kembali, karena dia memang telah lama mencariku selama 8 tahun lamanya. Hanya saja aku tidak menyadari bahwa dia mencariku selama ini. Kami di pertemukan di salah satu jejaring pertemanan yang sangat di gemari oleh semua kalangan di dunia. Dia menemukan ku lagi, di saat aku tak sendiri lagi.

Selama beberapa bulan terakhir, dia telah mampu buat aku membalas kasih sayangnya selama ini. Kasih sayang yang telah lama dia harapkan dariku, yang selama ini di tunggunya dari wanita yang telah lama berada dalam hatinya kini terwujud sudah. Berbagai hal lucu dan menyenangkan telah aku lalui bersamanya, walau kami terpisah oleh jarak yang begitu jauh. Namun, jarak tidak menjadi sebuah halangan bagi dia atau pun aku untuk berbagi kasih sayang. Bahkan, tidak jarang kami mengungkapkan perasaan rindu yang mendalam satu sama lain di karena kan rasa rindu itu begitu besar. Entah apa yang aku rasakan hingga aku merasa, aku telah kecanduan kasih sayangnya.

Semuanya terasa sangat indah ketika aku bersamanya, apa yang kami lakukan bersama menimbulkan derai tawa yang tiada henti. Kadang aku bertanya, kenapa dia mampu membuatku nyaman bersamanya. Bagai dalam sebuah ruang yang terisi dengan ranjang cinta nan empuk dan nyaman, dinding yang berwarna merah jambu, berhiaskan langit biru dengan kicauan burung yang merdu, berselimutkan kasih sayangnya begitu erat mendekap seluruh tubuhku hingga aku merasa ingin selamanya berada disitu seumur hidupku sampai akhir waktu. Lama aku terlelap di ranjang cintanya, menari, menyanyikan lagu cinta, dan memeluk erat selimut yang mampu buat aku terlelap di tiap dinginnya malam. Tiba saatnya aku melihat pemilik ruang itu merasa sakit yang luar biasa hebatnya, karena yang tidur di ranjang cintanya, yang bernyanyi lagu cinta untuknya, menari, dan tertawa di dalam ruang itu telah termiliki oleh yang lain. Seketika ruang yang indah itu berubah menjadi gelap, ranjangnya tidak empuk lagi, dindingnya berwarna kelabu, di hiasi langit gelap tanpa kicauan burung lagi, dan selimut kasih sayangnya tidak mampu memberi kehangatan lagi. Kali ini aku harus pergi dari ruang itu dan biarkan ruang itu menata perabotnya sendiri tanpa aku bantu, karena setiap menyentuh barang-barang di ruangan itu hanya membuat warnanya berubah menjadi abu-abu. Warna yang tidak dapat menjelaskan padaku, apa yang dia inginkan dariku.

Tersadar aku dalam kenyataan, aku telah ada yang memiliki dan tidak sepatutnya aku terlelap begitu lama dalam ruangan yang indah itu walau pernah aku menginginkan terus berada didalamnya. Bersamanya, aku merasa seperti diriku sendiri tanpa sebuah aturan dan rasa canggung. Bebas berekspresi, berkata, berfikir, bertindak, dan bergaul. Mengapa dia tercipta dan terbentuk seperti melengkapi diriku. Aku seperti telah menemukan pemilik tulang rusuk yang selama ini aku cari. Mengapa dia hadir ketika aku telah termiliki yang lain, mengapa dia mampu menenangkan aku ketika amarah tidak dapat ku kendalikan, mengapa dia mampu membuatku tertawa lepas tanpa beban, mengapa dia mampu buatku merindu, mengapa dia menyayangiku begitu sempurna, mengapa dia mencariku, dan mengapa dia menemukanku baru saat ini..?

Dia pernah bilang, kalau harapannya selama ini adalah bersama wanita yang selama ini ada dalam relung hatinya. Tetapi harapan itu tidak didapatnya, karena wanitanya telah bersama yang lain. Pernah mendengar seseorang mengatakan, bila suatu saat aku tidak dapatkan kekasih hatiku biar ku simpan rasa sayang ini untuknya dan akan ku bingkai hati ini sampai akhir hidupku, berharap dia akan kembali ku temukan saat itu pula aku serahkan hati dan sayang ini padanya dan tidak akan ku lepaskan dia untuk yang kesekian kalinya. Ketika seseorang yang kita harapkan tidak dapat di miliki, kita hanya bisa mendoakan dia agar bisa temukan bahagianya sendiri meskipun bahagia itu bukan dari kita.

Sulit ku mencari jalan untuk keluar dari pintu hati yang aku masuki, begitu banyak belokan, persimpangan, dan pintu-pintu pengecoh. Meninggalkan dia dari hidupku seperti menarik sebilah belati yang tertancap dalam ulu hatiku, bila di tarik keluar tajam belati semakin melukai aku dan ku rasakan pedih itu menggoreskan luka yang tak tahu kapan bisa pulih seperti semula. Dimana aku kan dapatkan sayang yang serupa dengan sayangnya, mungkin tidak akan ada lagi karena rasa sayang yang dia berikan merupakan rasa sayang terbentuk dalam kesempurnaan kasih selama 8 tahun lamanya.

Aku hanya ingin dia bahagia, karena bersamaku bukanlah jalan terbaik untuk menggapai bahagia yang di carinya. Namun, pernah ku dengar dia berbisik padaku begitu pelan dan penuh kasih bahwa aku tidak bisa tanpa kamu. Sebuah pernyataan yang aku anggap sebuah gombalan, tapi ketika dia berbisik padaku tentang hal itu entah mengapa jantungku berhenti berdetak seketika dan merasakan betapa dia membutuhkan aku hadir dalam hidupnya. Dia merindukan sosok aku disampingnya, berharap untuk terus bersama aku, temani aku di setiap hari, dia menyayangiku ya Tuhan…kenapa harus dia, kenapa baru saat ini kita di pertemukan, kenapa rasa ini tidak mampu ku berikan padanya sepenuhnya. Malam ini ku begitu merindunya, sangat amat merindukan dirinya. Tiap tetes air mata yang jatuh di pipiku malam ini adalah untuknya, mengingat setiap kata yang di ucapkan dia untukku yang begitu dia sayangi dan dia inginkan seumur hidupnya.

Teringat saat malam ketika dia telephone aku, bercanda dan berandai-andai apabila nanti kita berdua berjodoh dan menikah. Dia bertanya padaku tentang berapa banyak anak yang aku inginkan setelah kami menikah, aku pun menjawab kalau aku ingin punya 3 orang anak. Anak pertama laki-laki, anak ke-2 perempuan, dan anak ke-3 laki-laki lagi. Dengan antusias dia menjelaskan mengapa aku memilih 2 anak laki-laki dan 1 anak perempuan, karena memiliki kakak dan adik laki-laki sangatlah aman dan akan menjaga saudara perempuannya. Tiba saatnya kami mencari nama untuk sang calon anak kelak walau hanya sebuah khayalan namun merupakan harapannya bersamaku. Kami sepakat untuk anak pertama, aku biarkan dia yang memilih nama untuk calon anak yang dengan yakin akan memberikan nama “auzil” , nama untuk anak kedua di percayakannya untuk ku menentukan yang ku beri nama “aisyah”, dan terakhir kami sepakat untuk mencari nama bersama untuk anak ke-3. Kami mencoba menggunakan nama nabi, tapi lucunya aku menyebut nama malaikat yang membuat kami tertawa terbahak-bahak hingga sakit perut. Mencoba menggunakan nama rasio bintang, tapi aku sendiri tidak hafal rasio bintang. Tapi tiba-tiba, aku menyebut “banyu” yang artinya air atau penyejuk dan dia menyukainya, alhasil nama anak ke-3 kami adalah “banyu”. Sebuah harapan dan mimpi yang begitu indah dan sangat bahagia.

Harapan dan mimpi-mimpi kami kini hanyalah sebuah penyejuk yang dapat hilang ketika hawa panas datang menyapa kami, dan kenyataannya aku tidak bisa membuat harapan-harapan itu menjadi nyata di hidupnya. Kenapa ini semua terjadi begitu cepat dan sekejap saja, ini tidak adil untuk dirinya yang selama ini mencariku. Kadang aku mendengar dia mengeluh, “kenapa kita tidak di pertemukan 2 tahun yang lalu ketika kamu masih sendiri”. Seandainya aku bisa melihat masa depan, aku akan memilih menunggu dia menemukanku karena aku sadari menjadi kesayangannya begitu indah dan damai ku rasa. Saat ini, melupakannya adalah hal yang paling sulit untukku tidak mengerti apa yang membuat bayangnya selalu datang dimanapun aku berjalan. Seolah dia selalu hadir dalam tiap kesempatan untuk mengingatkan aku bahwa sampai kapanpun sayang yang dia jaga untuk ku tetap tidak berkurang sedikitpun dan selamanya akan seperti itu.

Malam ini, waktu tepat menunjukkan pukul 1 dini hari aku belum bisa memejamkan mata. Mengingat dia, sayangnya, tawanya, candanya, ciumannya, dan lembut tutur katanya. Malam ini begitu dingin, sepi, dan hampa ku rasakan. Aku merindukan dirinya, aku tidak benar-benar berdoa pada Tuhan untuk tidak mempertemukan kita berdua dan menjodohkan kami, aku tidak benar-benar ingin dia tinggalkan, aku tidak benar-benar ingin dia melupakan aku, dan dalam lubuk hatiku yang paling dalam aku tidak benar-benar ingin pergi tinggalkan dirinya. Biarlah sayang ku ini akan ku bingkai dengan indah dan ku pajang di sisi hati terdalam yang hanya Tuhan, aku dan dia yang tahu.

Aku selalu yakin bahwa semua akan indah pada waktunya, dan Tuhan tidak buta hingga tidak memberi kebahagian untuk tiap hambanya. Saat ini aku memilih pergi karena tak ingin menyakiti dan tersakiti oleh sayang ini, karena semua yang ku lakukan adalah salah bila terus mengikat tangannya dengan kawat berduri yang terus membuat dirinya luka terlalu dalam. Dini hari aku berdoa untuk mempertemukan aku lagi dengan dia sang pemilik ruang yang indah terisi dengan ranjang cinta nan empuk dan nyaman, dinding yang berwarna merah jambu, berhiaskan langit biru dengan kicauan burung yang merdu, dan berselimutkan kasih sayang. Aku akan tetap menanti waktu itu terulang kembali, dengan ruang dan waktu yang berbeda, di saat yang sangat tepat untuk wujudkan mimpi-mimpi dan harapan kami berdua. Tuhan, jagalah dia untukku, berikan dia bahagia selama aku jauh darinya, dan selama aku tidak berada di sampingnya. Aku yakin Engkau tahu yang terbaik untuk setiap hambamu, satu pinta ku Tuhan.. pertemukan kami lagi, di waktu yang tepat..aku ingin bahagiakan dirinya hingga akhir waktu.

(Inspiring from someone life’s experience who’s the name cannot mention, it’s not just story but it will be history in her life)